Kuhitung kerut yang mengalir di mukanya
Bergaris-garis dalam usia jutaan malam
Berbelok lambangkan duka
Yang pernah hinggap
Sampai petang datang menjelang
Tercerabut dari rambutnya memutih
Dilapis kerudung tipis
Yang berjuntai menghampir tanah
Terseret senja sebuah peradaban
Tertatap matanya memudar
Menerawang hembuskan nafas tersengal
Pelan tanpa suara
Diterpa angin yang jadi sahabat
Dilewati samudera membentang
Untuk harapan yang telah lewat
Dari masa muda yang sia-sia
2002
Wednesday, February 18, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment